Amakomedia.com – Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Prof Dr Fasli Jalal, Ph.D., mengatakan guru tidak lagi cukup hanya mengajarkan materi.
Ada hal lain yang harus dikuasi para guru dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas.
Hal itu diungkapkan Fasli Jalal saat jadi pemateri pada workshop peningkatan profesi guru berkelanjutan di SMAN 2 Bukittinggi, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah kita hanya meluluskan siswa, tetapi apakah kita menyiapkan mereka menghadapi masa depan,” kata Fasli Jalal.
Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional perioda (2010-2011) ini menerangkan, lebih dari separuh pekerjaan yang akan hadapi anak didiknya nanti bahkan belum bisa dikenal hari ini.
Ia menambahkan, guru harus mampu menciptakan ruang belajar yang aman bagi siswanya.
Selain itu, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun keberanian siswa untuk mencoba, gagal, dan bangkit kembali.
“Semakin sering anak bangkit dari kegagalan, semakin kuat karakter dan ketangguhannya. Itulah pendidikan yang sesungguhnya,” tuturnya.
Sedangkan Gubernur Sumbar Mahyeldi yang juga hadir dalam workshop mengingatkan, profesi guru merupakan pekerjaan mulia karena ilmu yang diajarkan akan terus memberi manfaat sepanjang hayat.
“Siapa yang memiliki ilmu yang bermanfaat? Itu guru. Ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah terputus. Bahkan guru miliki umur panjang, sebab ilmunya terus hidup,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar terus tingkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui pengembangan fasilitas penunjang.
Salah satu cita-cita pemerintah daerah adalah menghadirkan asrama di seluruh SMA dan SMK guna memperkuat pembinaan karakter peserta didik. (*)

