Amakomedia.com – Ketua Bawaslu Sumbar, Alni menekankan, Bawaslu kabupaten kota di Sumbar jangan berpuas diri dulu atas hasil serapan anggaran Semester I Tahun 2026.
Penegasan ini disampaikan Alni mengingat tingginya hasil serapan anggaran bukan menjadi idokator satu-satunya bagi ukuran keberhasilan.
“Justru yang lebih penting adalah memastikan seluruh output dan target program benar-benar tercapai sesuai perencanaan,” katanya.
Apa yang diungkapkan Alni itu salah satu bagian yang dibahas dalam kegiatan Monev Pemantauan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Semester I Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang diikuti Bawaslu kabupaten kota se Sumbar itu dilakukan secara hybrid, Rabu (22/7/2026).
Dia menerangkan, secara kumulatif, realisasi Semester I Bawaslu Sumbar bersama Bawaslu kabupaten dan kota telah mencapai sekitar 64 persen.
“Capaian ini menunjukkan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah dituangkan dalam DIPA,” ujar Alni.
Ya itu tadi, terangnya, tingginya serapan anggaran tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.
Alni juga mengingatkan soal pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang digunakan oleh Bawaslu kabupaten kota.
“Pertanggungjawaban itu bukan hanya menjadi konsumsi internal lembaga, tetapi juga harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik secara transparan,” tekannya.
Terkait soal kendala kinerja selama Semester I, Alni menyebut, terlihat kendalannya relatif tidak signifikan dan lebih banyak bersifat teknis dalam pelaksanaan kegiatan.
Selanjutnya, menghadapi sisa tahun anggaran 2026 ini, ia meminta seluruh Bawaslu kabupaten dan kota mempercepat pelaksanaan program kerjanya.
Terlebih, sambungnya, setelah adanya informasi dari Inspektorat Wilayah (Irwil) mengenai kemungkinan tambahan alokasi anggaran pada akhir Triwulan III.
“Karena pada pertengahan Desember sudah dilakukan penutupan buku, maka seluruh satuan kerja harus mempercepat pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran,” ujarnya.
Alni menargetkan, untuk Bawaslu Sumbar memproyeksikan realisasi penyerapan anggaran pada Triwulan II, sebesar 64 persen, kemudian 75,05 persen pada Triwulan III.
“Sedangkan untuk Triwulan IV tahun anggaran 2026 ditargetkan mencapai 99,07 persen,” pungkasnya. (*)

