Padang, Amakomedia.com – Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyoroti peningkatan signifikan kasus narkoba di wilayahnya sebagai peringatan serius.
Hal ini dikatakan Mahyemdi Ansyarullah setelah pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 8 kg di Mapolda Sumbar, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, maraknya penangkapan kasus sabu dan ganja dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa peredaran narkoba semakin meluas.
Di sisi lain, tingginya angka pengungkapan kasus juga menjadi bukti keseriusan aparat dalam melakukan penegakan hukum.
Upaya ini juga menyelamatkan lebih banyak masyarakat dari jeratan narkotika.
“Ini menjadi warning bagi kita semua. Artinya, ancaman itu nyata dan harus ditangani bersama,” tegasnya.
Dalam upaya memaksimalkan pencegahan dan pemberantasan narkoba, Pemerintah Provinsi Sumbar memperkuat sejumlah langkah strategis, di antaranya:
* Pembentukan relawan anti narkoba hingga tingkat kabupaten, kota, bahkan nagari.
* Optimalisasi Program Nagari Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai benteng pertahanan di tingkat akar rumput.
* Peningkatan edukasi dan proteksi keluarga, agar orang tua dan niniak mamak lebih aktif menjaga anak dan kemenakan dari pengaruh narkoba.
* Sinergi informasi dengan aparat penegak hukum, dengan mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap indikasi peredaran narkoba kepada Polsek, Polres, maupun Polda.
Mahyeldi menegaskan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian semata.
Peran keluarga, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat luas sangat menentukan keberhasilan dalam melindungi generasi muda Sumbar.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Kalau kita kuatkan dari nagari, dari keluarga, insya Allah kita bisa menekan penyebaran narkoba di Ranah Minang,” ujarnya.
Pemprov Sumbar, sebutnya, berharap dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (*)
