Padang, Amakomedia.com – Meski pemilihan ketua umum alumni Universitas Bung Hatta (UBH) 2026 telah usai, namun ada hal yang perlu diperbaiki untuk kedepan.
Penegasan itu muncul dari mantan Ketum Alumni UBH periode 2016-2021, Ike Agung, MP SE di Padang, Minggu (12/4/2026).
Pasalnya, ia mendengar bahwa ada dari organisasi alumni baik itu DPD, DPC maupun komiseriat untuk mengaktifkan organisasinya masing-masing.
“Jangan menjadi peserta khusus musyawarah besar (mubes) saja. Ketika mubes saja muncul, setelah itu bubar. Ini tidak bisa diterima,” kata Ike.
Nah, lanjutnya, dengan terpilihnya Mardiansyah sebagai ketua umum, ini menjadi suatu momentum untuk membangkitkan kembali aktifitas DPD, DPC dan Komisariat.
“Karena belajar dari mubes sejak 2021 hingga hari ini, bahwa pemilik suara dalam mubes adalah DPD, DPC dan Komisariat ini,” tukasnya.
Organisasi alumni di daerah juga harus mendata pada anggotanya dan menjadi pusat aspirasi para anggotanya dan juga mahasiswa di kampus.
Ditanya, apakah ada langkah DPP terpilih nantinya akan mengecek keberadaan DPD, DPC ini?
Ike menjawab, kalau dirinya tidak perlu lagi melakukan hal itu, karena dia tahu persis seperti dan bagaimana keberadaan DPD, DPC dan Komisariat itu.
“Sebagai mantan ketua umum alumni UBH, menjadikan saya tahu bagaimana perkembangannya, mana DPD, DPC dan Komisariat yang aktif atau tidak,” tuturnya.
Bahkan Ike mengaku, ada mendapati satu DPC yang anggotanya cuma satu orang saja, dan tetap ngotot untuk jadi ketua DPC.
Sementara, jelasnya, sekretaris dan bendahara, termasuk anggotanya tidak ada pada organisasi alumni yang dibuatnya.
“Hal ini jelas sangat menyakitkan, namun saya terus memotivasi DPC ini untuk buat kepengurusan yang lengkap,” tukas Ike.
Sayangnya, sambung dia, itu tidak ia lakukan hingga sekarang. DPC ini tampaknya muncul khusus mubes saja, dan istiqomah.
Di sisi lain, Ike juga meminta semua DPD, DPC dan Komisariat untuk bergerak aktiv dalam membesarkan DPP dan alumni.
Ada banyak kegiatan yang bisa dikerjakan, misalnya mendata para alumni dilingkungannya, kemudian membuat pusat informasi yang memanfaatkan teknologi digital.
Kemudian, lanjutnya, bisa juga buat kegiatan simpel-simpel saja, misalnya setiap momen bulan Ramadan, halal bihalal dan kegiatan positif lainnya.
“Hal begitu akan berdampak positif bagi alumni, karena cara itu bisa branding alumni maupun almamater menjadi lebih besar lagi,” pungkasnya. (*)
