Bukitinggi, Amakomedia.com – Banyak dari para pedagang yang berjualan di Pasar Ateh Bukittinggi mengaku belum terbiasa gunakan platform digital dalam transaksi.
Kenyataan itu terungkap saat para pedagang berdialog dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi di kompleks pasar tersebut, Senin siang (23/3/2026).
Para pedagang ini mengaku masih andalkan transaksi langsung atau tatap muka dengan konsumen.
Salah seorang pedagang di Pasar itu, Reni, yang menjual mukena di Pasar Ateh, mengungkapkan mayoritas pembelinya berasal dari luar daerah, terutama saat momen libur Lebaran.
“Kalau pembeli, rata-rata dari luar daerah, Pak,” ujar Reni.
Namun demikian, ia mengaku belum memanfaatkan platform digital secara optimal dalam memasarkan produknya.
“Kami belum jual di marketplace, paling hanya lewat WhatsApp saja untuk pelanggan tetap. Jadi mayoritas pelanggan kami adalah pembeli yang datang langsung ke toko,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa potensi pengembangan UMKM melalui digitalisasi masih sangat terbuka.
Mendapati pengakuan seperti itu, Mahyeldi menyarankan agar para pedagang ini agar memanfaatkan juga platform digital dalam transaksi.
“Dengan menggunakan platform digital ini, pedagang maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu bersaing dan memperluas jangkauan pasarnya,” kata Mahyeldi.
Ia menyebut, saat ini Pemprov Sumbar terus mendorong transformasi digital UMKM melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan di era ekonomi digitalisasi ini.
Ia menegaskan, digitalisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Kalau UMKM sudah go digital, maka pasar akan semakin luas dan peluang peningkatan pendapatan juga semakin besar,” tambahnya. (*)
