Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    AmakoMedia – Berita Terpercaya dan AkuratAmakoMedia – Berita Terpercaya dan Akurat
    • Beranda
    • Nasional

      Raih Peringkat Excellent, Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe Tuntaskan Pendidikan di RJNDC Yordania

      Juni 16, 2026

      Selasa Siang, Palu Diguncang Gempa Magnitudo 6,7

      Juni 16, 2026

      Pascagempa di Sulut, Terdeteksi Air Laut Naik, Warga Pesisir Diminta Jauhi Pantai

      Juni 8, 2026

      Hoax Program Haji Gratis, Kemenag Ingatkan Agar Pedomani Kanal Resmi Pemerintah

      Mei 20, 2026

      Sidang Isbat Tetapkan Idul Adha 2026 pada Rabu, 27 Mei 2026

      Mei 17, 2026
    • Metro

      Akhirnya Ketua BK, Ketua Fraksi dan Sekretaris DPRD Sumbar Penuhi Panggilan Kejari Padang

      Juni 16, 2026

      Sekitar 12 Ribu ASN di Pessel Bakal Diikutkan Program CorpU

      Juni 16, 2026

      Pencipta Album “Love You Madly”, Oliver Tree Dikabarkan Meninggal, Dunia Hiburan AS Berduka

      Juni 15, 2026

      Kawasan Padat Penduduk di Kota Padang Terbakar, Kerugian Capai Rp1,2 Miliar Lebih

      Juni 12, 2026

      Antisipasi Banjir di Padang, Hutan Kota di Kawasan Malvinas Kembali Dihijaukan

      Juni 12, 2026
    • Ekonomi

      Setelah Alai dan Tanah Kongsi, Giliran Pasar Ulakkarang Direvitalisasi SNI

      Juni 12, 2026

      Rupiah Terpuruk, Rahmat Saleh Desak Pemerintah Stabilkan Nilai Uang

      Juni 9, 2026

      Gelontokan Dana Hampir Rp 1 Triliun, Haji Isam Jadikan Saham PACK Naik 9,86 Persen

      Mei 18, 2026

      PE Capai 5,07 Persen, Muhidi Apresiasi Pemprov Sumbar

      Mei 11, 2026

      Makin Permudah Bayar Pajak Ranmor, Sumbar Luncurkan Samsat Kiosk

      Mei 10, 2026
    • Olahraga

      Sejarah Terulang, Pertandingan Prancis vs Senegal Bakal Berlangsung Ketat

      Juni 16, 2026

      Kokohkan Sinergitas, Polresta Padang Inisiasi Lomba Lari 5K

      Juni 7, 2026

      Tayangkan Piala Dunia 2026 bagi Masyarakat, Telkomsel – TVRI Lakukan Kolaborasi

      Mei 29, 2026

      Sempat Diprotes Vietnam, FIFA Cepat Perbaiki Laman Resminya

      Mei 22, 2026

      Diprediksi Lionel Messi Berhadapan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

      Mei 18, 2026
    • Teknologi

      Bantu Aktivitas Pelari Pemula, Garmin Luncurkan Dua Tipe Smartwatch

      Mei 13, 2026

      Mobil Listrik China Buat Honda Ketar Ketir, Ini Tanggapan Toshihiro Mibe…

      April 26, 2026

      Telkomsel Perkuat Konektivitas Telekomunikasi di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik

      Maret 26, 2026

      KPID Sumbar Diusulkan juga Awasi Konten pada Media Sosial

      Maret 16, 2026

      Pertegas Komitennya jadi Green Province, Sumbar – Supreme Energy Bangun PLTP Unit-2

      Oktober 16, 2025
    • Edukasi

      Pemko Sawahlunto Imbau ASN Beli Seragam Sekolah ke Pelaku UMKM Lokal

      Juni 16, 2026

      Personel Ditlantas Polda Sumbar Datangi Tiga SMK di Padang, Kenapa?

      Juni 14, 2026

      Hongkong Red Cross Bantu School Kit bagi Ribuan Anak Terdampak Bencana Sumbar

      Juni 2, 2026

      Jadwal Penerimaan Siswa Baru Dibuka Serentak di Kota Padang, Lihat Tanggalnya…

      Juni 2, 2026

      Kemungkinan Bangunan SR di Tanjuang Alam Tanahdatar Ada Tiga Lantai

      Mei 21, 2026
    • Kesehatan

      Antisipasi Hantavirus Masuk, Menkes RI: Pemerintah Perkuat Sistem Skrining

      Mei 7, 2026

      Apa Itu Hantavirus? Bahayakan, Ini Penjelasan CDC AS….!

      Mei 5, 2026

      Pererat Kekeluargaan, Civitas Hospitalia RSUP Dr M Djamil Adakan Halalbihalal

      Maret 25, 2026

      Pastikan Kesehatan Penumpang dan Sopir, JR Sumbar Beri Layanan Kesehatan

      Maret 24, 2026

      Seorang Anak Digigit Anjing Liar di Salah Satu Lokasi Wisata di Kota Padang

      Maret 20, 2026
    • Opini

      Mengembalikan Budaya Tidur di Surau di Minangkabau

      Juni 17, 2026

      Tari Pasambahan: Ungkapan Penghormatan dalam Budaya Minangkabau

      Juni 11, 2026

      Mengenal Rangkaian Unik Pernikahan Adat Nagari Air Bangis “Basandiang duo”

      Juni 10, 2026

      Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

      Mei 25, 2026

      Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

      Mei 25, 2026
    Beranda » Opini » Mengembalikan Budaya Tidur di Surau di Minangkabau
    Opini

    Mengembalikan Budaya Tidur di Surau di Minangkabau

    adminBy adminJuni 17, 20265 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp Copy Link

    Oleh : Rezky Pratama, Mahasiswa Universitas Andalas, Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Minangkabau

    Budaya tidur di surau dalam Minagkabau adalah tradisi turun temurun dari pendahulu orang Minangkabau yang pada saat ini di zaman sekarang sudah ditinggalkan bahkan hampir punah.

    Budaya tidur surau adalah salah satu upaya untuk pembelajaran bagi seorang laki-laki yang hendak menuju dewasa sebelum dia pergi merantau.

    Didalam surau, seorang laki-laki diajarkan pendidikan agama Islam dan moral, bagi seorang laki-laki Minang dan muslim sejati yang taat beribadah, dan jauh dari kata melanggar perintah dan larangan tuhanya.

    Dalam budaya Minangkabau, laki-laki tidak ada yang tidur di rumah kecuali saat dia sudah menikah. Masih dalam budaya Minangkabau, laki-laki yang sudah baligh dan sudah melaksanakan khitan harus tinggal di surau dan tidak ada yang tinggal di rumahnya sendiri.

    Karena mereka akan mendapat pendidikan moral dan ilmu kedewasaan yang bisa di
    pakai sampai mati.

    Pada umumnya, laki-laki ke rumah cuma untuk makan dan bersiap-siap membantu orang tuanya bekerja, dan pada malam harinya dia pergi ke surau untuk mengaji dan belajar ilmu pertahanan diri yaitu Silat.

    Namun di era sekarang, hal itu sudah lama hilang, kendati budaya ini masih ada tapi sedikit kemungkinan hal itu terjadi.

    Tidur di surau bersama sepertinya sudah hampir punah pada zaman sekarang, karena mereka lebih memilih tidur di ruamh dengan selimut yang hangat dan kasur yang empuk.

    Dimana hal itu tidak dapat kita dapatkan saat kita tidur di suarau, karena di surau kita hanya tidur mengunakan kain sarung saja dan tidur bersama di surau bersama para guru dan Kiai.

    Tidur di surau dari segi pendidikan dan moral sangat baik, namun hal itu tidak ada lagi karena ada beberapa faktor:

    1. Perubahan Gaya Hidup

    Dulu hiburan dan aktivitas malam terbatas, jadi anak-anak sering berkumpul di surau-surau untuk mengaji, belajar agama dan tidur bersama, sekarang banyak yang lebih memilih berada di rumah dengan TV, internet, game atau media sosial lainnya.

    2. Berubahnya Pola Pendidikan

    Dulu surau berfungsi sebagai pusat pendidikan agama,sekarang banyak anak belajar di sekolah, madrasah, TPQ atau pesantren sehingga tidak perlu menginap di surau.

    3. Kekhawatiran Orangtua

    Banyak orangtua kini lebih nyaman jika anak tidur di rumah karena alasan keamanan, kesehatan dan pengawasan.

    4. Fungsi Surau Berubah

    Di banyak daerah, surau sekarang lebih difokuskan untuk salat dan kegiatan ibadah tertentu, bukan sebagai tempat menginap anak-anak.

    5. Lingkungan Sosial Berbeda

    Dulu budaya gotong royong dan kehidupan kampung sangat kuat. Sekarang masyarakat lebih individual dan aktivitas warga lagi tidak lagi terpusat di surau.

    Meski begitu, di beberapa daerah di Indonesia, terutama yang masih kuat tradisi Islamnya, kebiasaan menginap di surau untuk belajar agama atau kegiatan Ramadan masih bisa ditemukan

    Solusi Mengembalikan Tradisi yang Memudar

    Budaya tidur di surau merupakan salah satu tradisi penting dalam masyarakat Minangkabau.

    Pada masa lalu, surau tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan agama, pembentukan karakter, penguatan adat, dan tempat tinggal bagi anak laki-laki yang telah memasuki usia remaja.

    Melalui kehidupan di surau, generasi muda belajar mengaji, memahami Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), serta membangun kemandirian dan rasa tanggung jawab.

    Namun, perkembangan zaman, perubahan pola hidup keluarga, serta pengaruh teknologi menyebabkan tradisi ini semakin berkurang.

    Oleh karena itu, diperlukan berbagai langkah untuk menghidupkan kembali budaya tidur di surau. Nampaknya perlu dilakukan revitalisasi fungsi surau sebagai pusat pembinaan generasi muda.

    Pengurus surau bersama tokoh masyarakat dapat menyusun program yang menarik, seperti belajar Al Quran, kajian keislaman, pelatihan kepemimpinan, seni budaya Minangkabau, dan kegiatan olahraga.

    Dengan adanya kegiatan yang bermanfaat dan sesuai dengan minat anak-anak serta remaja, surau akan kembali menjadi tempat yang diminati.

    Sisi lain, dukungan dari keluarga sangat penting. Orangtua perlu memahami bahwa tidur di surau bukan sekadar tradisi lama, tetapi juga sarana pendidikan karakter.

    Orangtua dapat mendorong anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan surau secara bertahap, misalnya dimulai pada malam akhir pekan atau saat liburan sekolah. Dengan demikian, anak tidak merasa dipaksa dan dapat beradaptasi secara perlahan.

    Selanjutnya, pemerintah daerah dan lembaga adat perlu memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan surau.

    Bantuan berupa perbaikan fasilitas, penyediaan perlengkapan tidur, sanitasi yang memadai, serta dukungan dana kegiatan akan membuat surau lebih nyaman dan layak digunakan.

    Surau yang bersih, aman, dan terawat akan meningkatkan minat masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi tersebut.

    Pemanfaatan teknologi dapat dijadikan sarana pendukung, bukan penghambat. Kegiatan surau dapat dipromosikan melalui media sosial untuk menarik minat generasi muda.

    Selain itu, materi pembelajaran agama dan adat dapat dikombinasikan dengan metode digital yang lebih interaktif sehingga tidak terkesan kuno atau membosankan.

    Perlu dibangun kerja sama yang erat antara ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, pemuda, dan masyarakat. Semua unsur tersebut harus memiliki visi yang sama dalam menjaga warisan budaya Minangkabau.

    Kegiatan bersama seperti malam bina iman dan takwa, pesantren Ramadan, serta peringatan hari besar Islam dapat menjadi momentum untuk membiasakan kembali anak-anak tidur di surau.

    Dengan langkah-langkah tersebut, budaya tidur di surau dapat dihidupkan kembali secara bertahap.

    Tradisi ini bukan hanya mempertahankan warisan budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, mandiri, bertanggung jawab, serta memahami nilai-nilai agama dan adat yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau. (*)

    (Disclaimer: isi dalam tulisan diluar tanggung jawab penerbit)

    budaya minangkabau etika opini tradisi tidur di surau
    Share. Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Email Copy Link

    Berita Terkait

    Opini Juni 11, 2026

    Tari Pasambahan: Ungkapan Penghormatan dalam Budaya Minangkabau

    Opini Juni 10, 2026

    Mengenal Rangkaian Unik Pernikahan Adat Nagari Air Bangis “Basandiang duo”

    Opini Mei 25, 2026

    Kekah dan Tradisi Syukuran Kelahiran Anak di Minangkabau

    Opini Mei 25, 2026

    Tradisi Batagak Gala Marapulai di Kelurahan Gurun Laweh Nagari Nan XX

    Leave A Reply Cancel Reply

    Tentang AmakoMedia
    Tentang AmakoMedia

    Media nasional AmakoMedia menyajikan berbagai macam berita, artikel, opini yang terpercaya, akurat dan terkini.

    Alamat :
    Perumahan Siteba Jalan Pasaman II no. 170 Kota Padang, Sumatera Barat, Padang, Sumatera Barat.

    Email : admin@amakomedia.com

    Berita Terbaru

    Mengembalikan Budaya Tidur di Surau di Minangkabau

    Juni 17, 2026

    Akhirnya Ketua BK, Ketua Fraksi dan Sekretaris DPRD Sumbar Penuhi Panggilan Kejari Padang

    Juni 16, 2026

    Pemko Sawahlunto Imbau ASN Beli Seragam Sekolah ke Pelaku UMKM Lokal

    Juni 16, 2026

    Mendaftar ke Newsletter

    Dapatkan berita terbaru dengan mendaftar ke Newsletter

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 Designed by Nextgen.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.