Padang, Amakomedia.com – Masukan dan rekomendasi strategis dari BPKP menjadi bahan rujukan bagi Pemprov Sumbar jalankan programnya.
Ini diungkapkan Gubernur Mahyeldi kepada Kepala BPKP Perwakilan Sumbar, dan kepala daereh se Sumbar di Padang, dalam rapat LED Semester II tahun 2025, kemarin.
Tidak sampai disitu, Mahyeldi juga menegaskan bila Pemprov Sumbar makin memperkuat kerja sama dengan BPKP ini.
“Langkah ini sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi hasil,” kata Mahyeldi.
Ia menerangkan, pengawasan dari BPKP sangat diperlukan agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat
Ia juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan terhadap program prioritas, khususnya pemulihan pascabencana dan mitigasi bencana.
Mengingat Sumbar, sebutnya, merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Kepala Perwakilan BPKP Sumbar, Arif Ardiyanto menegaskan, komitmen pihaknya untuk terus mengawal akuntabilitas dan efektivitas program strategis Pemprov Sumbar.
Disebutkan, dalam LED Semester II Tahun 2025, terdapat tiga isu utama yang menjadi perhatian pihak BPKB.
Itu adalah keberlanjutan produksi pangan, infrastruktur dan distribusi pangan, serta intervensi cadangan pangan untuk stabilisasi harga.
“Dari hasil kajian itu, sejumlah rekomendasi telah kami cantumkan sebagai bahan evaluasi,” jelasnya.
Menurutnya, secara umum capaian pembangunan Sumbar cukup bagus dan perannya cukup strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
